Tampilkan postingan dengan label Herbal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Herbal. Tampilkan semua postingan

20 Jun 2013

Khasiat Jambu Biji + Daun Jambu Biji

Kali ini admin Jamu obat tradisional kembali mengangkat pengobatan ala Herbal yang manjur dan terbukti. Jambu Biji dan daunnya ternyata kaya manfaat. Jambu biji (Psidium guajava L) hanya populer ketika penyakit demam berdarah merebak. Padahal, buah yang kaya akan vitamin C ini memiliki banyak khasiat kesehatan yang belum banyak diketahui orang.


Berikut beberapa manfaat Jambu biji + daun jambu biji :

1. Mencegah kanker
Jambu biji mengandung antioksidan pelawan kanker, likopen. Likopen dalam jambu biji lebih mudah diserap tubuh dibanding yang berasal dari tomat karena perbedaan dalam struktur selnya. Konsumsi likopen yang cukup sangat berpengaruh pada penurunan risiko kanker prostat pada pria. Semua jenis jambu biji mengandung antioksidan yang tinggi, terutama pada jambu biji berdaging merah.

2. Menurunkan hipertensi
Jambu biji adalah buah yang sebaiknya rutin dikonsumsi jika Anda ingin menghindar dari serangan jantung. Buah ini menjadi hipoglikemik di alam dan kaya akan serat yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Selain itu, jambu biji berukuran sedang bisa mencukupi 20 persen kebutuhan harian tubuh akan potasium. Penelitian juga menunjukkan rutin mengonsumsi potasium bisa menurunkan tekanan darah.

3. Mengobati diare
Tanaman jambu biji memiliki astringen, zat kimia yang akan menyusutkan jaringan tubuh. Ini sebabnya gusi akan terasa lebih keras dan segar setelah kita mengunyah jambu biji. Selain itu daun jambu biji juga mengandung zat antibakteri sehingga bisa mencegah pertumbuhan bakteri saat terkena disentri. Pembunuh bakteri lain dalam buah ini adalah karetinoid, vitamin C dan potasium. ( Diare dan Mencret)
*Bahan: 5 lembar daun jambu biji, 1 potong akar, kulit dan batangnya
*Cara membuat: direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih kemudian disaring untuk diambil airnya Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

Diare pada bayi yang masih menyusui
Bahan: jambu biji yang masih muda dan garam secukupnya.
Cara menggunakan: dikunyah oleh ibu yang menyusui bayi tersebut, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.



Masuk Angin

Bahan: 10 lembar daun jambu biji yang masih muda, 1 butir cabai merah, 3 mata buah asam, 1 potong gula kelapa, garam secukupnya
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.

14 Jun 2013

Bunga Rosela, Penghias Taman Antihipertensi

Di tahun 2013 ini cuaca semakin extrem… admin menyarakan jaga kondisi tubuh… nah biar ada tulisan lagi kali ini jamu tradisional mo cerita tentang herbal deh…  Seperti jenis bunga lain, rosela layak dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena bentuk dan warnanya menarik. Sejatinya bunga ini juga dimanfaatkan sebagai herba peredam hipertensi. Dilihat dari penampilannya, tak salah jika bunga rosela dimasukkan dalam kategori tanaman hias. Warnanya cerah menyegarkan, pas jika ditanam sebagai penghias taman. Meski begitu, tanaman yang memiliki nama Latin Hisbiscus sabdariffa ini juga berkhasiat meredam tumor, antiradang, antihipertensi, dan memperlancar buang air besar.

Kelopak bunga rosela bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk seduhan, seperti teh. Bahkan, kini sudah biasa diolah dalam bentuk sirop, selai, dan minuman lain. Tanaman herba yang juga dikenal sebagai penghasil serat ini dapat diolah menjadi campuran salad, puding, juga asinan. Kelopak bunga rosela mengandung vitamin C, vitamin A, dan asam amino. Asam amino yang diperlukan tubuh, 18 di antaranya terdapat dalam kelopak bunga rosela, termasuk arginin dan legnin, yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh.

Kelopak bunga rosela juga mengandung protein dan kalsium. Sebagai obat tradisional, rosela berkhasiat sebagai antiseptik, aprodisiak, diuretik, pelarut, sedatif, dan tonik.

Kaya Antioksidan


Popularitas rosela inilah yang kemudian mendorong para ilmuwan untuk meneliti kandungannya lebih lanjut, seorang di antaranya, Ir. Didah Nurfarida MSi, dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor. Tahun 2006, Didah mengungkapkan bahwa kandungan antioksidan pada teh kelopak merah (bunga rosela), jumlahnya 1,7 mmol/prolox, lebih tinggi dibandingkan dengan kumis kucing, yang sudah teruji klinis dapat meluruhkan batu ginjal.

Jumlah antioksidan itu diperoleh dengan menggerus 3 kuntum rosela yang telah dikeringkan, kira-kira sebanyak 1,5 gram. Setelah diberi air 200 ml, lalu dimasukkan ke spektrofotometer. Alat itu menganalisis seluruh kandungan kimia berdasarkan panjang gelombang yang dibiaskan larutan.

Dengan keberadaan antioksidan, sel-sel radikal bebas yang merusak inti sel dapat dihilangkan. Itu sebabnya rosela memiliki efek antikanker. Kandungan yang paling berperan adalah antosianin atau pigmen tumbuhan yang bertanggung jawab menghindarkan dari kerusakan sel akibat paparan sinar ultraviolet berlebih.

Di Selandia Baru, John McIntosh, periset dari Institute of Food Nutrition and Human Health, Massey University, mengekstrak rosela dengan mengeringkan kelopak bunganya pada suhu 50 derajat Celsius selama 36 jam. Tiga gram rosela hasil pengeringan diencerkan dalam 300 ml air. Larutan itu dimasukkan ke tabung spektrofotometer. Hasilnya rosela mengandung 51 persen antosianin, antioksidannya 24 persen.

Hasil temuan itulah yang kemudian digunakan Yun-Ching Chang dari Institute of Biochemistry and Biotechnology, Chung Shan Medical University, Taiwan. Periset itu lalu menguji efektivitas antosianin rosela untuk menghambat sel kanker darah atau leukemia. Pigmen alami oseile rouge –sebutan rosela di Perancis– tak hanya menghambat pertumbuhan sel kanker, tetapi juga mematikannya. Dosis yang diberikan hanya 0-4 mg/ml rosela. Antosianin yang berpengaruh diberi nama delphinidin 3-sambubioside.

Beberapa penelitian dan riset itu baru praklinis di laboratorium. Belum ada pembuktian efeknya langsung pada manusia. Namun, Tria Novida (35 tahun) merasakan langsung manfaat rosela untuk menurunkan tekanan darah tingginya yang sering mengganggu setengah tahun terakhir ini. Ibu dua anak itu mengaku kerap pusing, mual, dan panas di kepala. Karena menganggapnya sakit kepala biasa, guru TK ini hanya mengonsumsi obat-obatan bebas. Namun, lama-kelamaan nyeri kepalanya semakin parah. Kepalanya terasa berat. Jika sudah begitu, ia tak sanggup berjalan, apalagi mengajar, karena kehilangan keseimbangan. Saat periksa ke dokter, ia dinyatakan mengidap hipertensi.

Pada akhir Februari lalu, saat berkunjung ke sebuah pameran, ia ditawari seduhan teh hangat berwarna merah. Meski awalnya hanya sebatas mencoba, Ida memutuskan untuk rutin mengonsumsi teh rosela yang terasa sedikit kecut, tetapi lebih menyegarkan daripada teh. Setelah mengonsumsi selama satu bulan, ia merasa lebih tenang karena kekakuan saraf dan ketegangan leher akibat hipertensi perlahan mulai hilang. Tak hanya itu, tubuh juga lebih bugar dan nyenyak tidur. Agar lebih yakin, Ida memeriksakan diri ke dokter. Ternyata tekanan darahnya turun 70 poin, dari 190 mmHg menjadi 120 mmHg.

Turun 11,2 Persen

Khasiat kelopak zuring, sebutan rosela dalam bahasa Belanda, untuk hipertensi juga dibuktikan Abd Al-Aziz Sharaf dari Sudan Research Unit, Institute of African and Asian Studies. Seperti dikutip Planta Medical Journal, kelopak rosela bersifat hipotensif (antihipertensi) dan antikejang. Sifat antihipertensi itu diuji klinis oleh M. Haji Faraji dan A.H. Haji Tarkhani dari Shaheed Beheshti University of Medical Sciences and Health Services, Teheran, Iran. Sebanyak

54 pasien tekanan darah tinggi di Tehran’s Shariati Hospital dihitung tekanan diastolik dan sistoliknya 15 hari sebelum dan sesudah pengujian. Pasien diberi secangkir teh seduhan 3 kuntum bunga rosela. Setelah 12 hari, nilai sistolik pasien rata-rata turun 11,2 persen, tekanan diastolik turun 10,7 persen. Saat konsumsi rosela dihentikan 3 hari, tekanan sistolik meningkat 7,9 persen, diastolik 5,6 persen. Itu membuktikan rosela memang berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi.

Bunga rosela tumbuh dari biji/benih dengan ketinggian mencapai satu meter lebih serta mengeluarkan bunga hampir sepanjang tahun. Bunga rosela berwarna cerah, kelopak bunga (kaliks) berwarna merah gelap dan lebih tebal jika dibandingkan dengan bunga raya (sepatu). Bagian bunga rosela yang bisa diproses menjadi makanan ialah kaliks yang mempunyai rasa masam. Kelopak bunga ini bisa diproses menjadi minuman, jeli, saus, serbuk (teh), atau manisan.

Daun muda rosela bisa juga dimakan sebagai ulam atau salad. Di benua Afrika, biji Rosela dimakan karena dipercaya mengandung minyak tertentu. Di Sudan, Rosela diproses menjadi karkadeh, minuman tradisional kebanggaan masyarakatnya.

Bagaimana mengolahnya?

Menurut Iwan R. Hudaya, konsultan dan pembudi daya bunga rosela yang tinggal di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, rosela lebih sering diolah menjadi seduhan, seperti teh.

Membuat seduhan

Kelopak bunga yang sudah dipetik, dijemur di bawah terik matahari (1-2 hari) agar memudahkan pemisahan lidah kelopak (warna merah) dengan bijinya. Berikutnya, kelopak yang sudah dipisahkan dengan biji tersebut dicuci dengan air bersih. Biji yang sudah diangin-anginkan bisa dijadikan bibit.
Kelopak warna merah dijemur selama 3-5 hari. Gunakan penutup dari plastik agar kelopak tidak kena debu. Tanda kelopak sudah cukup kering, kadar air tinggal 4-5 persen, dan akan menjadi bubuk bila diremas. Simpan dalam stoples yang bersih dan kering, lalu tutup rapat.

Pemakaian:
- Seduh 2-3 gr teh rosela dengan air mendidih hingga larut dan air berubah menjadi kemerahan (seperti membuat air teh), tambahkan potongan jahe atau gula pasir sesuai selera. Untuk yang sedang berdiet, penderita batuk, atau diabetesi, gunakan gula rendah kalori seperti gula jagung.
- Selain dapat diramu sendiri, ekstrak bunga rosela juga sudah bisa diperoleh dalam bentuk olahan, dari mulai serbuk hingga bahan seduhan seperti teh celup. Harganya bervariasi, mulai Rp 10 ribu. Produk rosela yang baik kualitasnya dapat dibeli di toko obat terpercaya dan yang telah diakui oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). (Lalang Ken Handita)

Rahasia Cantik Alami di Lima Negara

Tren kecantikan selalu berkembang, tetapi kulit bersinar akan selalu diminati. Jauh sebelum ditemukannya berbagai perawatan modern, budaya kuno telah menggunakan tanaman tertentu untuk memperbaiki kondisi kulit, untuk menyehatkan, melembabkan, mengelupas dan membersihkan kulit. (berita ini dikutip dari kasku.us)

Sebagai contoh, kunyit yang merupakan bahan pokok dalam masakan India, telah lama digunakan untuk menghilangkan noda-noda hitam. Kulit anggur telah mempercantik kulit wanita-wanita Prancis selama berabad-abad, kulit halus Cleopatra dipercaya akibat ritual mandi susu dan madu.

Berabad-abad kemudian, banyak dari ekstrak-ekstrak tersebut ditemui dalam produk kecantikan. Berikut lima ekstrak alam yang memiliki manfaat bagi kecantikan kulit, seperti dilansir dari Spa Magazine.

1. Swiss : EDELWEIS

Khasiat: Jenis bunga ini memang terlihat rapuh, namun manfaatnya dapat mengencangkan kulit berkeriput, meningkatkan sirkulasi, mengobati iritasi, melindungi kolagen, dan mencerahkan kulit. Bunganya telah terbukti mengandung fitokimia yang mampu menghambat perkembangan radikal bebas.

Penggunaan tradisional: Ada legenda di negara-negara Eropa Utara, edelweis dapat melindungi selama di medan perang. Untuk menunjukkan cinta mereka, pria Swiss mempertaruhkan nyawa untuk memetik bunga kecil tersebut di puncak gunung.

Edelweis disajikan menjadi teh untuk mengobati sirkulasi yang buruk, kanker payudara, batuk dan difteri. Bahkan dibuat salep untuk melindungi kulit dari sengatan matahari, meringankan rasa sakit rematik dan membantu menyembuhkan luka.

2. Karibia: KULIT MANGGA



Khasiat: Seperti produk tropis lainnya, pelembab mangga memberikan kelembaban dan mengencangkan kulit, bahkan untuk kulit yang teriritasi. Tapi, yang menjadikan pelembab mangga sahabat bagi kulit Anda adalah pelembab ini selain melembutkan kulit, memiliki anti oksidan, menawarkan pertahanan kulit dari sengatan matahari, angin dan polusi, serta mengatasi alergi gatal dan keriput.

Penggunaan tradisional: Mangga dikenal memiliki banyak manfaat dari pengobatan diabetes hingga mengobati sengatan kalajengking. Bahkan di India, daun mangga digunakan untuk memastikan kesuburan seorang wanita. Pedagang Portugis membawa mangga pertama kali ke Karibia pada abad ke-18.

3. Prancis: LAVENDER

Khasiat: Aroma lavender adalah aroma yang paling menyengat dari alam. Selama 30 tahun, minyak esensial lavender digunakan untuk mengobati migrain dan rematik. Ekstrak lavender juga digunakan untuk mengurangi kelebihan minyak dan jerawat pada kulit. Bunga lavender juga digunakan untuk menenangkan kulit setelah digigit serangga. Anti oksidan lavender mampu mengatasi keriput, meningkatkan kekenyalan kulit dan menyeimbangkan tekanan pada kulit.

Perawatan lavender cocok untuk kulit sensitif. Minyak esensial lavender dapat digunakan untuk perawatan uap. Dan, dapat juga digunakan sebagai antiseptik, serta dapat digunakan langsung ke kulit untuk membersihkan pori-pori dan menghilangkan jerawat.

Penggunaan tradisional: Jauh sebelum populer di Prancis, lavender sudah digunakan untuk mandi, makanan, dan sebagai parfum di Mesir Kuno, Yunani, dan Romawi. Bangsa Romawi membawa lavender ke Prancis dan menjadi favorit Raja Charles VI dan Louis XIV. Ketika itu, lavender dikemas sedemikian rupa untuk membantu tidur dan mengusir serangga.

4. Tahiti: MINYAK MONOI

Khasiat: Minyak monoi digunakan dalam ritual pijat Tahiti kuno yang dicampur dengan minyak kelapa Polinesia. Minyak ini mampu menghapuskan tanda-tanda penuaan seperti keriput, mencerahkan kulit, revitalisasi kulit. Khasiat ini di dapat dari asam salisilat yang terkandung di dalamnya. Untuk menambah kilau, gunakan sedikit pada rambut Anda, oleskan hangat di telapak tangan Anda.

Penggunaan tradisional: Monoi telah menjadi bagian dari setiap tahap kehidupan di Tahiti selama lebih dari 2000 tahun. Saat lahir, bayi dipijat dengan minyak dari kepala sampai kaki oleh para imam maohi, sebuah praktek yang tidak hanya memberkati bayi tetapi juga sebagi cara penolak nyamuk dan memberikan perlindungan bagi kulit bayi yang halus.

5. Indonesia: MELATI

Khasiat: Minyak melati diakui sebagai pereda nyeri, obat mujarab untuk nyeri otot, mengatasi memar dan bengkak, serta mengatasi stres. Minyak melati juga digunakan sebagai aromaterapi dan digunakan secara oral di dalam teh untuk obat anti depresi.

Penggunaan tradisional: Jasminum sambac atau melati adalah salah satu bunga nasional Indonesia, menjadi simbol keindahan, kesucian, cinta, pengabdian dan wanita. Secara tradisional, melati juga digunakan sebagai minyak terapi untuk pijat wanita sebelum, selama, dan setelah melahirkan karena minyak ini mampu meringankan rasa sakit saat melahirkan, memperkuat kontraksi, meningkatkan produksi susu, mengurangi stretch mark dan mencegah depresi pasca melahirkan.